<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title><![CDATA[Apa itu Tempat Kegiatan Usaha&#x2F;Sub Unit pada Coretax?]]></title><description><![CDATA[<p dir="auto">Apa itu Tempat Kegiatan Usaha/Sub Unit pada Coretax? Apakah sama dengan NPWP Cabang?</p>
]]></description><link>https://fordis.sadarpajak.com/topic/40/apa-itu-tempat-kegiatan-usaha-sub-unit-pada-coretax</link><generator>RSS for Node</generator><lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2026 21:32:22 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://fordis.sadarpajak.com/topic/40.rss" rel="self" type="application/rss+xml"/><pubDate>Wed, 05 Feb 2025 07:24:37 GMT</pubDate><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Reply to Apa itu Tempat Kegiatan Usaha&#x2F;Sub Unit pada Coretax? on Wed, 05 Feb 2025 07:32:22 GMT]]></title><description><![CDATA[<p dir="auto">Sejak implementasi Coretax berdasarkan PMK-81 Tahun 2024, terjadi perubahan terkait administrasi kewajiban pajak cabang.</p>
<p dir="auto"><img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f4cc.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--pushpin" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="📌" alt="📌" /> Dari Sisi NPWP dan Kewajiban Pajak<br />
<img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f539.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--small_blue_diamond" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="🔹" alt="🔹" /> Sebelum Coretax – Masa Transisi:</p>
<ul>
<li>NPWP Cabang masih berlaku di aplikasi legacy untuk pelaporan SPT Masa sebelum Tahun Pajak 2025.</li>
<li>Cabang masih dapat mengakses aplikasi legacy untuk memenuhi kewajiban perpajakan sebelum 2025.</li>
</ul>
<p dir="auto"><img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f539.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--small_blue_diamond" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="🔹" alt="🔹" /> Setelah Coretax – Tahun Pajak 2025:</p>
<ul>
<li>NPWP Cabang tidak lagi memiliki NPWP sendiri, melainkan kewajibannya dipusatkan di NPWP Pusat.</li>
<li>Nomor Induk Tempat Kegiatan Usaha (NITKU) menjadi pengganti NPWP Cabang.</li>
</ul>
<hr />
<p dir="auto"><img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f4cc.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--pushpin" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="📌" alt="📌" /> Dari Sisi Tempat Terdaftar<br />
<img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f539.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--small_blue_diamond" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="🔹" alt="🔹" /> Pemusatan Otomatis:</p>
<ul>
<li>NPWP Cabang yang terdaftar sebelum Coretax dikonversi menjadi NITKU (Nomor Identifikasi Tempat Kegiatan Usaha) dan secara otomatis pindah ke KPP tempat pusatnya terdaftar.</li>
</ul>
<p dir="auto"><img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f539.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--small_blue_diamond" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="🔹" alt="🔹" /> Masa Transisi:</p>
<ul>
<li>NPWP Cabang tetap dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya (pelaporan/pembetulan) untuk Tahun Pajak 2024 dan sebelumnya melalui aplikasi legacy.</li>
<li>Pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21 atau Unifikasi dilakukan sesuai aplikasi lama tetapi tetap diawasi oleh KPP Pusat terdaftar.</li>
<li>Permohonan Layanan Administrasi NPWP Cabang hanya tindaklanjuti KPP Pusat Terdaftar, misalnya perpanjangan Sertifikat Elektronik aplikasi legacy atau perubahan data email/no h di aplikasi Legacy (DJP Online). Selebihnya untuk data di Coretax, melalui Coretax pusat.</li>
</ul>
<hr />
<p dir="auto"><img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f4cc.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--pushpin" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="📌" alt="📌" /> Fungsi Tempat Kegiatan Usaha (TKU)</p>
<ul>
<li>Setiap TKU diberikan Nomor Identifikasi TKU (NITKU) untuk kemudahan identifikasi alamat dan pembagian administrasi/akses perpajakan.</li>
<li>Bagi Instansi Pemerintah: NITKU menggantikan Kode Subunit.</li>
<li>NITKU wajib digunakan untuk dokumen perpajakan, seperti:<br />
— Faktur Pajak (FP 06)  → NITKU Penjual VAT refund<br />
— Faktur Pajak (FP 07) → PPN Tidak Dipungut atas pembelian cabang di Kawasan Tertentu; Cantumkan NPWP Pusat dengan NITKU Cabang Pembeli (Cfm PER-03 sttd PER-11 2022)<br />
— Bukti Potong PPh 21 dan Unifikasi → Cabang yang membayar gaji/penghasilan: Cantumkan NPWP Pusat dengan NITKU cabang tersebut (Cfm Pasal 2 PMK-168)</li>
<li>Diluar ketentuan khusus, penggunaan NITKU cabang bersifat opsional sesuai kebutuhan identifikasi dan administrasi WP.</li>
</ul>
<hr />
<p dir="auto">Pendaftaran TKU di Coretax<br />
<img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f539.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--small_blue_diamond" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="🔹" alt="🔹" /> Sebelum Coretax:</p>
<ul>
<li>NPWP Cabang didaftarkan melalui KPP tempat cabang berada dan membutuhkan penelitian petugas.</li>
</ul>
<p dir="auto"><img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/1f539.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--small_blue_diamond" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="🔹" alt="🔹" /> Setelah Coretax:  Terdapat penyederhanaan.</p>
<ul>
<li>Pusat diberikan NITKU default NPWP 16 digit + 6 digit 0 (000000)</li>
<li>TKU Cabang dapat ditambahkan langsung oleh PIC Pusat melalui Coretax tanpa perlu penelitian petugas.</li>
<li>Regulasi PMK-81: TKU Cabang harus didaftarkan oleh Pusat untuk:
<ul>
<li>Kantor Cabang, kantor perwakilan, gudang, atau unit pemasaran, tempat kegiatan sejenis (produksi, distribusi, pemasaran, manajemen atau berupa Objek Pajak PBB).</li>
<li>Tempat tinggal/kedudukan Wajib Pajak</li>
</ul>
</li>
<li>Setiap TKU memiliki PIC TKU tersendiri, di mana akses PIC TKU hanya berlaku untuk NITKU tersebut.</li>
</ul>
<hr />
<p dir="auto">Pencantuman NITKU dalam Dokumen Perpajakan<br />
<img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/2705.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--white_check_mark" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="✅" alt="✅" /> Faktur Pajak (PER-03 s.t.d.d PER-11/2022):</p>
<ul>
<li>Secara umum: Identitas penjual dan pembeli menggunakan NPWP Pusat dan alamat NITKU pusat (tetap perhatikan syarat material sebenarnya/sesungguhnya).</li>
<li>Namun, Jika pembeli berupa cabang berada di Kawasan Berikat (FP 07) dan PPN diberikan fasilitas Tidak Dipungut → Tetap menggunakan NPWP Pusat, tetapi dengan NITKU cabang pembeli di Kawasan Berikat tsb.</li>
</ul>
<p dir="auto"><img src="https://fordis.sadarpajak.com/assets/plugins/nodebb-plugin-emoji/emoji/android/2705.png?v=91254b2e8a7" class="not-responsive emoji emoji-android emoji--white_check_mark" style="height:23px;width:auto;vertical-align:middle" title="✅" alt="✅" /> Bukti Potong PPh Pasal 21 (PMK-168/2023):</p>
<ul>
<li>Pemotong pajak bisa Pusat atau Cabang, sesuai dengan lokasi pembayaran penghasilan/gaji.</li>
<li>NITKU cabang wajib dicantumkan dalam bukti potong yang dibuat oleh cabang yang membayar gaji.</li>
<li>Hal ini termasuk pemotongan PPh unifikasi.</li>
</ul>
]]></description><link>https://fordis.sadarpajak.com/post/75</link><guid isPermaLink="true">https://fordis.sadarpajak.com/post/75</guid><dc:creator><![CDATA[Helper]]></dc:creator><pubDate>Wed, 05 Feb 2025 07:32:22 GMT</pubDate></item></channel></rss>